Batam, laporbatam.com – PT PLN Batam memastikan pasokan listrik selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah dalam kondisi andal. Kesiapan dilakukan melalui penguatan sistem kelistrikan dan pengerahan personel untuk mengantisipasi potensi gangguan selama periode tersebut.
Manajer Humas PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, mengatakan ratusan petugas dari berbagai lini operasional disiagakan untuk menjaga keandalan pasokan listrik.
“Seluruh petugas disiagakan untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama periode Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya.
PLN Batam juga mengoperasikan puluhan posko siaga yang tersebar di wilayah kerja. Posko tersebut melibatkan unit pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga pengatur beban.
Pengamanan diprioritaskan pada sejumlah fasilitas penting, seperti bandara, pelabuhan, rumah ibadah, serta fasilitas publik lainnya. Langkah tersebut dilakukan terutama untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat selama arus mudik dan puncak perayaan Idulfitri.
Dari sisi ketersediaan daya, sistem kelistrikan Batam-Bintan pada periode 6 hingga 31 Maret 2026 disebut berada dalam kondisi aman. Daya mampu tercatat sebesar 880,8 megawatt (MW), dengan beban puncak mencapai 761 MW dan cadangan daya sebesar 119,8 MW atau reserve margin 15,7 persen.
PLN Batam juga mencatat konsumsi listrik meningkat sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, ketersediaan energi primer disebut masih mencukupi untuk mendukung kebutuhan pembangkitan. Pasokan gas tercatat mencapai 133,8 BBTUD, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan rata-rata sebesar 102 BBTUD. Stok batu bara juga dilaporkan berada dalam kondisi aman.
Untuk mengantisipasi gangguan teknis, PLN Batam menyiapkan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya genset bergerak, gardu portabel, transformator mobile, serta armada operasional.
Penguatan sistem kelistrikan juga terus dilakukan di luar periode siaga. Saat ini, sistem kelistrikan PLN Batam didukung 11 gardu induk, lebih dari 2.000 gardu distribusi, serta jaringan listrik dengan panjang hampir 3.000 kilometer.
Dengan jumlah pelanggan yang telah melampaui 400 ribu, kebutuhan listrik di Batam diperkirakan terus mengalami pertumbuhan, terutama dari sektor industri dan bisnis.
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, PLN Batam menyiapkan sejumlah strategi pengembangan sistem, termasuk penerapan smart grid, penguatan jaringan distribusi, serta pemanfaatan sistem pengendalian berbasis SCADA.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keandalan pasokan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan seiring pertumbuhan aktivitas masyarakat dan perekonomian di Batam.
Penanggungjawab : Nov Iwandra
Editor : Aprijal
Reporter : Aby Ramadan












































