
Jakarta, laporbatam.com – Pemerintah menyiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Angka tersebut meningkat 13,9 persen dibandingkan proyeksi anggaran pendidikan dalam APBN 2026 yang mencapai Rp720,8 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, alokasi anggaran pendidikan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah memenuhi amanat konstitusi yang mengatur porsi anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN.
“Sesuai UUD 1945, negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN untuk penyelenggaraan pendidikan nasional,” kata Purbaya dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Rencana anggaran pendidikan tersebut akan disalurkan melalui belanja pemerintah pusat sebesar Rp490,7 triliun, transfer ke daerah Rp277,1 triliun, serta pembiayaan sebesar Rp53 triliun.
Sejumlah program pendidikan menjadi sasaran pemanfaatan anggaran tersebut. Di antaranya Program Indonesia Pintar (PIP) untuk 22,1 juta siswa, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi 1,1 juta mahasiswa, serta Tunjangan Profesi Guru (TPG) non-PNS untuk 1,3 juta guru.
Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi 60,6 juta penerima, pembangunan tujuh Sekolah Unggul Garuda, renovasi 12.215 sekolah dan madrasah, serta pembangunan 100 Sekolah Rakyat dan operasional 166 Sekolah Rakyat.
Selain itu, anggaran pendidikan mencakup Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk 54,2 juta siswa, Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) bagi 6,3 juta peserta didik, TPG aparatur sipil negara daerah (ASND) untuk 1,7 juta guru di daerah, serta tambahan penghasilan (tamsil) ASND bagi 20,7 ribu guru.
Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) 148 museum dan taman budaya serta program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa RAPBN 2027 dirancang dengan defisit fiskal sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen terhadap PDB.
Pembiayaan anggaran pada 2027 direncanakan mencapai Rp671,2 triliun, turun dibandingkan rencana pembiayaan APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun.
Sementara itu, belanja negara dalam RAPBN 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, meningkat dari Rp3.842,7 triliun pada APBN 2026. Pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun pada APBN 2026.
Sumber : antaranews.com











































