
Tanjungpinang, laporbatam.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memperkuat layanan bedah jantung di RSUD Raja Ahmad Tabib melalui program proctorship bersama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, Jakarta. Program pendampingan ini diharapkan meningkatkan kemampuan tim medis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap penanganan penyakit jantung kompleks.
Kegiatan yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 tersebut mencakup persiapan tim medis, pelaksanaan operasi bersama dokter pendamping, perawatan pascaoperasi, serta evaluasi pelayanan.
Dalam kegiatan itu, tim heart team RSUD Raja Ahmad Tabib bersama RSJPD Harapan Kita menyeleksi dan mengevaluasi pasien yang memenuhi kriteria tindakan. Hasilnya, dua pasien ditetapkan untuk menjalani operasi bedah jantung terbuka, sementara satu pasien disiapkan sebagai cadangan.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, penguatan layanan kesehatan rujukan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah agar masyarakat tidak harus pergi ke Jakarta untuk memperoleh penanganan penyakit berat.
“Tujuan dari proctorship ini bagaimana masyarakat tidak lagi berobat untuk penyakit-penyakit berat ke Jakarta. Kita ingin layanan kesehatan yang berkualitas itu bisa tersedia di Kepri,” ujar Ansar.
Menurutnya, peningkatan layanan kesehatan perlu didukung pengembangan infrastruktur dan ketersediaan tenaga medis yang kompeten, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.
Kepri saat ini memiliki 13 rumah sakit milik pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta 96 puskesmas yang tersebar di berbagai daerah. Pemprov Kepri juga terus mengembangkan RSUD Raja Ahmad Tabib sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi.
Salah satu upaya pengembangan tersebut dilakukan melalui pembangunan gedung poliklinik enam lantai yang direncanakan terhubung dengan gedung utama, disertai penguatan fasilitas rawat inap.
Di bidang sumber daya manusia, Pemprov Kepri memberikan dukungan pendidikan kepada 58 dokter spesialis dan subspesialis untuk memperkuat pelayanan di rumah sakit milik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.
“Sebagian sudah ada yang lulus dan sebagian masih dalam proses. Mudah-mudahan ini bisa memenuhi semua layanan dasar dan layanan penunjang di rumah sakit kabupaten/kota,” kata Ansar.
Ia juga menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif agar pembangunan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan di rumah sakit, tetapi juga pada pencegahan penyakit dan deteksi dini.
Pendampingan untuk Menjaga Mutu Pelayanan
Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, dr. Iwan Dakota, menjelaskan bahwa proctorship merupakan proses transfer pengetahuan dan keterampilan dari rumah sakit pengampu kepada rumah sakit yang didampingi.
“Proktor itu transfer knowledge dan skill dari pengampu ke rumah sakit yang diampu,” jelas Iwan.
Ia mengatakan, RSJPD Harapan Kita telah melakukan pendampingan layanan jantung di Kepri sejak 2023. Pendampingan tersebut disertai pemantauan dan evaluasi untuk memastikan mutu pelayanan di rumah sakit yang didampingi tetap sesuai standar.
Sementara itu, Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib, dr. Bambang Utoyo, menyampaikan bahwa layanan kardiologi di rumah sakit tersebut terus berkembang. Saat ini, terdapat empat dokter spesialis jantung dan pembuluh darah serta tiga dokter konsultan kardiologi intervensi.
Poliklinik jantung melayani rata-rata 1.600 hingga 1.760 pasien setiap bulan. Pelayanan tersebut didukung sejumlah fasilitas diagnostik, antara lain elektrokardiografi (EKG), ekokardiografi, treadmill, dan Coronary CT Angiography.
Untuk penanganan pasien dengan kondisi kritis, rumah sakit juga memiliki layanan intensif jantung ICCU/CVCU dengan kapasitas empat tempat tidur.
Selain itu, fasilitas catheterization laboratory (cathlab) yang beroperasi sejak 2023 digunakan untuk tindakan diagnostik dan terapeutik, termasuk emergency percutaneous coronary intervention (PCI) bagi pasien dengan sindrom koroner akut.
Sepanjang 2025, tercatat 233 prosedur dilakukan melalui cathlab. Sementara hingga September 2026, jumlahnya mencapai 240 tindakan, termasuk 94 kasus penyakit jantung koroner tiga pembuluh darah atau CAD3VD.
Melalui program pendampingan tersebut, Pemprov Kepri berharap kapasitas layanan bedah jantung di RSUD Raja Ahmad Tabib semakin meningkat. Penguatan kompetensi tenaga medis, fasilitas, dan evaluasi berkelanjutan menjadi bagian penting agar masyarakat Kepri memiliki akses yang lebih dekat terhadap pelayanan jantung rujukan.
Penanggungjawab : Nov Iwandra
Editor : Aprijal
Reporter : Fauzan














































