Investasi Batam Semester I 2026 Tembus Rp38,97 Triliun, Serapan Tenaga Kerja Naik 32 Persen

0
Investasi Batam Semester I 2026 Tembus Rp38,97 Triliun, Serapan Tenaga Kerja Naik 32 Persen

Batam, laporbatam.com – Realisasi investasi di Kota Batam menunjukkan tren positif sepanjang Semester I 2026. Berdasarkan pemantauan dengan metode bottom-up Badan Pengusahaan (BP) Batam, nilai investasi hingga semester pertama tahun ini mencapai Rp38,97 triliun.

Sementara berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi tercatat sebesar Rp29,89 triliun. Perbedaan angka tersebut terjadi karena kedua metode menggunakan dasar pengukuran yang berbeda.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan aktivitas investasi yang tetap tumbuh sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu kawasan strategis investasi di Indonesia.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, pertumbuhan investasi menjadi indikator penting bagi perkembangan ekonomi daerah. Namun, menurutnya, capaian investasi tidak hanya dinilai dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari realisasi proyek dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut terjawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar.

Pada Triwulan I 2026, realisasi investasi Batam berdasarkan LKPM mencapai Rp17,48 triliun atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan. Capaian tersebut kemudian bertambah Rp12,41 triliun pada Triwulan II sehingga total Semester I mencapai Rp29,89 triliun.

Dari total tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp17,80 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp12,09 triliun.

Dibandingkan periode yang sama pada 2025, realisasi investasi berdasarkan LKPM tersebut tumbuh 27,31 persen secara tahunan. Secara kumulatif, pertumbuhannya tercatat 62,75 persen.

Sementara berdasarkan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp38,97 triliun. Nilai tersebut terdiri atas modal tetap sebesar Rp36,58 triliun dan modal lancar Rp2,39 triliun.

Capaian tersebut tumbuh 36,03 persen secara tahunan dan 57,01 persen secara kumulatif.

Target Investasi Rp70 Triliun

BP Batam menargetkan realisasi investasi sepanjang 2026 mencapai Rp70 triliun. Dengan demikian, capaian Rp29,89 triliun berdasarkan LKPM telah memenuhi sekitar 42,70 persen target tahunan.

Sementara berdasarkan metode bottom-up, realisasi Rp38,97 triliun telah mencapai sekitar 55,67 persen dari target tersebut.

Amsakar mengatakan, capaian Semester I menjadi modal untuk menjaga momentum pertumbuhan investasi hingga akhir tahun.

“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi perekonomian Batam,” katanya.

Ia menambahkan, BP Batam akan terus memperkuat kemudahan berusaha, kepastian regulasi, percepatan pelayanan, serta pembangunan infrastruktur guna menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi.

Serapan Tenaga Kerja Meningkat

Pertumbuhan investasi juga diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang tercatat pada Semester I 2026 mencapai 40.943 orang, meningkat dari 30.979 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan demikian, terdapat tambahan sekitar 9.964 tenaga kerja atau tumbuh 32,16 persen.

Amsakar menilai peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas investasi mulai memberikan dampak terhadap kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja di Batam.

Pelayanan Jadi Perhatian

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan, peningkatan realisasi investasi harus diiringi dengan kualitas pelayanan yang memberikan kepastian kepada pelaku usaha.

Menurutnya, investor membutuhkan ekosistem yang mendukung sejak tahap awal hingga proyek dapat beroperasi dan berkembang.

“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai kesulitan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” ujar Li Claudia.

Ia menegaskan BP Batam bersama pemangku kepentingan akan terus memperkuat koordinasi untuk mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan investor.

“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” katanya.

Menurut Li Claudia, manfaat investasi diharapkan tidak hanya terlihat dari nilai modal yang masuk, tetapi juga melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan industri lokal, peningkatan aktivitas ekonomi, dan daya saing daerah.

Dorong Investasi Bernilai Tambah

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan, pengembangan investasi ke depan akan diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan antara lain manufaktur berteknologi tinggi, pusat data, kecerdasan buatan, energi, logistik, dan industri hilir.

“Batam bukan hanya kawasan industri, tetapi telah berkembang menjadi pusat eksekusi investasi strategis Indonesia,” ujar Fary.

Ia mengatakan BP Batam akan terus mendorong implementasi proyek strategis agar investasi yang telah masuk dapat segera memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.

Dengan capaian investasi pada Semester I 2026, BP Batam optimistis pertumbuhan dapat dipertahankan hingga akhir tahun.

Amsakar menegaskan, pemerintah akan terus menjaga kepercayaan investor sekaligus memastikan investasi memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat Batam.

“Batam harus terus tumbuh sebagai kota investasi yang kompetitif, produktif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kita menjaga kepercayaan investor, kita percepat realisasi investasi, dan kita memastikan pertumbuhan ekonomi Batam semakin kuat,” pungkasnya.

Penanggungjawab : Nov Iwandra

Editor : Aprijal

Reporter : Abyaqsa Ramadan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here