Ketum PWI Pusat Beri Kuliah Umum di UDK, Bahas Peran Pers dalam Menjaga Demokrasi dan Persatuan

0
Ketum PWI Pusat Beri Kuliah Umum di UDK, Bahas Peran Pers dalam Menjaga Demokrasi dan Persatuan

Kotamobagu, laporbatam.com – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, memberikan kuliah umum di Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK), Sulawesi Utara, Jumat (6/11/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia mengajak mahasiswa memahami peran jurnalistik dalam memperkuat demokrasi, menjaga persatuan, serta membangun budaya literasi informasi di tengah perkembangan media digital.

Kuliah umum bertema “Peran Jurnalistik dalam Memperkuat Demokrasi dan Persatuan Bangsa” itu berlangsung di Aula Kampus UDK dan diikuti ratusan mahasiswa serta civitas akademika.

Kegiatan tersebut menghadirkan Akhmad Munir yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum LKBN ANTARA. Ia didampingi sejumlah pengurus PWI Pusat dan daerah, yakni Wakil Ketua Bidang Hukum PWI Pusat Jimmy Endey, Wakil Ketua Bidang TNI-Polri Musrifah, Humas PWI Pusat Mercys Charles Loho, Ketua PWI Provinsi Sulawesi Utara Sintya Bojoh, serta Fahmi Gobel dari PWI Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Kuliah umum dipandu Wakil Rektor III UDK, Dr. Cand. Henratno Pasambuna.

Rektor UDK Soroti Pengaruh Media terhadap Persatuan

Rektor UDK, Dr. Muharto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan PWI Pusat dan jajaran pengurus PWI Sulawesi Utara serta wilayah Bolaang Mongondow Raya. Ia menilai tema yang diangkat relevan dengan dinamika sosial dan politik di era digital.

Menurut Muharto, media memiliki pengaruh besar dalam membentuk pemahaman masyarakat. Pemberitaan yang dikelola dengan integritas dan tanggung jawab dapat memperkuat persatuan, sedangkan informasi yang tidak dikelola secara tepat berpotensi menimbulkan perpecahan.

Ia berharap kehadiran pimpinan PWI di lingkungan kampus dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai hubungan antara jurnalistik, demokrasi, dan kehidupan kebangsaan.

Akhmad Munir Paparkan Sejarah dan Fungsi Pers

Dalam pemaparannya, Akhmad Munir mengawali materi dengan menceritakan perjalanan kariernya sebagai wartawan lapangan di Kantor Berita ANTARA sejak 1991. Ia kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi, mulai dari kepala biro, direktur utama, Ketua Dewan Pengawas LKBN ANTARA, hingga Ketua Umum PWI Pusat.

Pengalaman tersebut dibagikan untuk memotivasi mahasiswa agar tekun menjalani proses dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.

“Saya berangkat dari profesi nol — tanpa basis jaringan awal yang besar. Namun dengan ketekunan, integritas, dan konsistensi pada aturan profesi, semua jenjang karier dapat dicapai tanpa ada yang dilewati. Hal ini juga berlaku bagi adik-adik mahasiswa di UDK dalam meraih mimpi-mimpinya,” ungkap Akhmad Munir.

Ia kemudian menjelaskan perjalanan historis pers Indonesia yang tumbuh seiring perjuangan kemerdekaan dan terus beradaptasi melewati berbagai periode pemerintahan. Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyampaian informasi yang jujur dan objektif.

Akhmad Munir juga menguraikan fungsi pers sebagai salah satu pilar demokrasi di luar struktur kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Pers menjalankan peran melalui kegiatan mencari, mengolah, menganalisis, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Selain itu, pers memiliki fungsi kontrol sosial untuk mengawasi jalannya kehidupan publik serta menyuarakan kepentingan masyarakat. Meski berada di luar struktur pemerintahan, pers dan pemerintah memiliki tujuan yang dapat bertemu dalam upaya mendorong kesejahteraan masyarakat.

Dalam menjalankan tugasnya, wartawan tetap harus mematuhi ketentuan hukum dan etika profesi. Akhmad Munir mengingatkan bahwa kebebasan pers bukan berarti wartawan kebal hukum. Pelaksanaan tugas jurnalistik berpedoman pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Mahasiswa Diajak Terapkan Prinsip Jurnalistik di Media Sosial

Menjelang akhir pemaparan, Akhmad Munir mengingatkan mahasiswa agar lebih bijak menggunakan media sosial, terutama di tengah maraknya disinformasi dan berita bohong.

Ia mengajak generasi muda menerapkan prinsip-prinsip jurnalistik, seperti verifikasi, ketepatan informasi, dan keberimbangan sebelum menyebarkan suatu kabar.

“Adik-adik mahasiswa saat bermain di media sosial — apapun platformnya — tolong dibantu dengan menerapkan kaidah-kaidah jurnalistik. Pahami prinsip verifikasi, ketepatan, dan keberimbangan (check and balance). Dengan memahami basis etika jurnalisme, kalian turut membantu meliterasi publik dalam membedakan mana berita yang benar dan mana informasi bohong. Inilah kontribusi nyata mahasiswa sebagai benteng pertahanan demokrasi dan persatuan bangsa,” pesan Akhmad Munir.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari jajaran pengurus PWI kabupaten dan kota se-Bolaang Mongondow Raya, meliputi PWI Kota Kotamobagu, PWI Kabupaten Bolaang Mongondow, PWI Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dan PWI Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Melalui kuliah umum ini, UDK dan PWI berharap mahasiswa semakin memahami tanggung jawab dalam mengonsumsi maupun menyebarkan informasi. Literasi jurnalistik dinilai penting agar generasi muda dapat berkontribusi menjaga kualitas demokrasi dan memperkuat persatuan bangsa.

Sumber : Humas PWI Kepri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here