Maulid Nabi Jadi Momentum Lapas Cipinang Perkuat Karakter dan Kesiapan Sosial Warga Binaan

0
Maulid Nabi Jadi Momentum Lapas Cipinang Perkuat Karakter dan Kesiapan Sosial Warga Binaan

Jakarta, laporbatam.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus memperkuat pembinaan spiritual sebagai bagian dari upaya membentuk karakter dan mempersiapkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kembali ke tengah masyarakat.

Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Baiturrahman, Kamis (3/9/2026), dimanfaatkan untuk menanamkan nilai keteladanan, pengendalian diri, tanggung jawab, serta semangat memperbaiki kehidupan.

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan pembinaan keagamaan tidak semestinya berhenti pada kegiatan ritual, tetapi harus mampu mendorong perubahan dalam pola pikir dan sikap Warga Binaan.

“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Masa lalu tidak dapat diulang, tetapi hari ini selalu memberi ruang untuk memilih langkah yang lebih baik. Keteladanan Rasulullah harus menjadi kekuatan untuk memperbaiki hati, sikap, dan tanggung jawab,” tegasnya.

Menurut Syarpani, pembinaan spiritual merupakan salah satu fondasi penting agar Warga Binaan tidak hanya mampu kembali produktif, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan karakter untuk menjalani kehidupan secara lebih bertanggung jawab setelah menyelesaikan masa pidana.

Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Cipinang, Yudha Ageng CH, selaku pelaksana kegiatan, mengatakan ratusan Warga Binaan mengikuti peringatan tersebut.

Penampilan hadroh yang dibawakan Warga Binaan turut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan yang dikembangkan secara berkelanjutan di Lapas Cipinang.

“Kami ingin pembinaan keagamaan tidak hanya diterima melalui ceramah, tetapi juga dijalani melalui aktivitas positif. Hadroh, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya menjadi ruang untuk melatih kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri,” jelasnya.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW, Menguatkan Hati, Menjemput Kehidupan yang Lebih Baik” dan diisi tausiah oleh K.H. Asep Abi Farhan, S.Pd.I., M.A.

Dalam tausiah tersebut, jamaah diajak meneladani akhlak Rasulullah SAW melalui penguatan iman, kesabaran, kepedulian, serta konsistensi memperbaiki diri mulai dari hal-hal sederhana.

Salah seorang Warga Binaan berinisial JHN mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk kembali melihat arah kehidupannya.

“Yang paling terasa adalah kami diingatkan bahwa kesempatan memperbaiki diri masih ada. Bukan hanya menyesali masa lalu, tetapi bagaimana selama di sini kami belajar menjadi lebih baik dan mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke keluarga,” ungkapnya.

Melalui pembinaan spiritual yang dilakukan secara berkelanjutan, Lapas Cipinang mendorong agar nilai-nilai keagamaan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi berkembang menjadi kesadaran, karakter, dan bekal bagi proses reintegrasi sosial Warga Binaan.(red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here