

BATAM, laporbatam.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) memperkuat koordinasi untuk memastikan ketersediaan air bersih dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat serta sektor industri di Kota Batam.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam kunjungan kerja Anggota DPD RI, Ria Saptarika, ke Marketing Centre BP Batam, Kamis (15/10/2026). Kunjungan itu disambut Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, bersama jajaran.
Pertemuan membahas pelayanan air minum, pengelolaan sumber daya air, serta kesiapan infrastruktur kelistrikan dalam mengimbangi pertumbuhan kawasan dan aktivitas ekonomi Batam.
Saat ini, Batam memiliki delapan waduk dengan total kapasitas desain penyediaan air baku sebesar 5.052 liter per detik (LPS). Sumber air tersebut menopang pelayanan bagi 353.199 pelanggan.
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan industri, optimalisasi pengelolaan sumber air serta penguatan infrastruktur pendukung dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan layanan. Tantangan tersebut semakin relevan di tengah pertumbuhan industri yang membutuhkan dukungan air dan energi dalam jumlah memadai.
Denny Tondano menegaskan, pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi prioritas BP Batam. Di sisi lain, perkembangan sektor industri, termasuk pusat data (data center), membutuhkan perencanaan infrastruktur yang terintegrasi.
“Pemenuhan kebutuhan air bersih dan listrik perlu direncanakan secara berkelanjutan. Kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas, sementara sektor industri perlu didukung dengan infrastruktur dan skema pelayanan yang sesuai,” ujar Denny.
Untuk mendukung kebutuhan air industri, khususnya sektor data center, BP Batam mendorong pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), yakni teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih.
Pemanfaatan teknologi tersebut perlu disertai perencanaan kapasitas dan infrastruktur yang matang. Selain ketersediaan air, keandalan pasokan listrik juga menjadi faktor penting untuk menjaga kelangsungan operasional industri dan meningkatkan daya tarik investasi di Batam.
Sementara itu, Ria Saptarika menekankan pentingnya koordinasi antarpemangku kepentingan dalam menjamin ketersediaan air bersih dan listrik. Menurutnya, kedua kebutuhan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelayanan publik, tetapi juga menjadi penunjang aktivitas usaha dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ketersediaan air bersih dan listrik memerlukan perencanaan matang serta koordinasi yang kuat agar pelayanan masyarakat tetap optimal dan kebutuhan industri dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” ujar Ria.
Melalui pertemuan tersebut, BP Batam dan DPD RI diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air, menjaga keandalan pasokan listrik, serta mengembangkan infrastruktur yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan investasi secara berkelanjutan.
Penanggungjawab : Nov Iwandra
Editor : Aprijal
Reporter : Abyaqsa Ramadan












































