Amsakar-Li Claudia Fokus Benahi Penataan dan Pengembangan Kawasan, Investasi Melesat, Ekonomi Tumbuh

0
Amsakar-Li Claudia Fokus Benahi Penataan dan Pengembangan Kawasan, Investasi Melesat, Ekonomi Tumbuh

Batam, laporbatam.com – Di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra sebagai Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, Batam terus mendorong transformasi layanan investasi melalui penguatan kepastian regulasi, percepatan pelayanan, serta penataan dan pengembangan kawasan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan, industri, dan investasi.

Upaya itu tercermin dari kinerja investasi Batam yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp29,89 triliun dari target Rp70 triliun.

Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp12,09 triliun.

Sementara berdasarkan metode bottom up, BP Batam mencatat realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp38,97 triliun atau sekitar 55,67 persen dari target Rp70 triliun.

Kepercayaan investor juga terlihat dari komposisi negara asal investasi. Pada Triwulan II 2026, Singapura menjadi negara dengan kontribusi investasi terbesar di Batam, disusul Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong, dan Malaysia.

Komposisi tersebut menunjukkan posisi Batam yang tetap memiliki daya tarik bagi investor dari negara-negara yang memiliki peran penting dalam perdagangan dan rantai pasok kawasan Asia.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan peningkatan investasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada investor.

“Kami ingin memastikan investor mendapatkan kepastian dalam berusaha. Oleh karena itu, pembenahan regulasi dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian penting dari transformasi yang terus kami lakukan agar investor merasa aman dan nyaman mengembangkan usahanya di Batam,” ujar Amsakar, Senin (31/8/2026).

Menurut Amsakar, transformasi layanan investasi juga diperkuat melalui kebijakan yang menempatkan BP Batam sebagai single-window regulator di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Dari sisi pengembangan kawasan, BP Batam terus memperkuat ekosistem industri dengan mendorong pertumbuhan sektor manufaktur, logistik internasional, industri digital dan kreatif, serta industri ringan nonkimia.

“Fokus kami tidak hanya membenahi penataan dan pengembangan kawasan, tapi bagaimana agar kinerja investasi yang kian baik ini dapat memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Artinya, investasi yang hadir harus mampu memperkuat industri, menciptakan peluang ekonomi, dan memberikan nilai tambah bagi Batam,” jelas Amsakar.

Senada, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan bahwa peningkatan investasi harus memberikan manfaat yang lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi Batam.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, investor, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan transformasi layanan investasi yang terus diperkuat, Li Claudia berharap kinerja ekonomi Batam dapat meningkat sepanjang 2026 sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kawasan yang produktif, tertata, dan kompetitif.

“Kami menyadari bahwa membangun Batam tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kepercayaan dan kerja sama antara pemerintah, investor, pelaku usaha, dan masyarakat. Mari kita bahu-membahu agar perekonomian di Batam bisa tumbuh lebih baik,” pungkasnya.

Penanggungjawab : Nov Iwandra
Editor : Aprijal
Reporter : Abyaqsa Ramadan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here