Sembang Budaya di Batam, Amsakar Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Melayu dan Jaga Persatuan

0
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Batam, laporbatam.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak masyarakat menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan melestarikan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas daerah. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Sembang Budaya bertajuk “Merajut Ukhuwah, Merawat Harmoni dalam Keberagaman dengan Merangkai Seni Budaya Melayu” di Lapangan Olahraga Vitka, Tiban, Sabtu (10/10/2026) malam.

Kegiatan ini melibatkan Lembaga Adat Melayu (LAM) dari enam kecamatan, yakni Sekupang, Belakang Padang, Batu Aji, Sagulung, Lubuk Baja, dan Batu Ampar. Selain menjadi ajang silaturahmi, Sembang Budaya juga menjadi ruang untuk memperkenalkan tradisi Melayu, menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda, serta mempererat hubungan antarmasyarakat.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa adat dan budaya merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga warisan budaya dan meneruskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya.

“Ini adalah ikhtiar kita untuk meletakkan secara jelas identitas negeri,” ujar Amsakar.

Ia menjelaskan, seni dan budaya Melayu mengandung nilai-nilai yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat, seperti sopan santun, sikap saling menghormati, dan mengutamakan musyawarah. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya di Batam.

Amsakar juga mengingatkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan semua pihak. Tradisi Melayu, menurutnya, tidak boleh sekadar menjadi bagian dari sejarah, tetapi harus terus dikenal, dipahami, dan dipraktikkan oleh generasi muda.

“Budaya Melayu harus terus kita jaga dan lestarikan. Jangan sampai generasi muda hanya mengenal budaya dari cerita, tetapi mereka juga harus memahami, mencintai, dan ikut meneruskannya,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan seperti Sembang Budaya dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap warisan tradisi daerah sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap identitas budaya Batam. Pertemuan lintas komunitas melalui kegiatan seni dan budaya juga dinilai penting untuk membangun komunikasi serta mempererat persaudaraan.

“Perbedaan bukan alasan untuk kita terpecah, melainkan kekuatan untuk saling mengenal, menghargai, dan membangun Batam secara bersama-sama,” tambah Amsakar.

Menurutnya, keberagaman perlu dirawat sebagai kekuatan sosial yang mendukung pembangunan daerah. Sikap saling menghormati dan semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.

Sementara itu, Ketua LAM Provinsi Kepulauan Riau Kota Batam, YM H. Raja Muhammad Amin, menegaskan bahwa persatuan merupakan landasan penting untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.

Ia mengajak lembaga adat, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan paguyuban untuk memperkuat komunikasi serta membangun kerja sama berkelanjutan. Menurutnya, keberagaman suku dan budaya di Batam merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama.

“Batam ini bukan hanya kampung saya atau kampung kami, tetapi Batam adalah kampung kita bersama,” ujar Raja Amin.

Ia menilai semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan cita-cita menjadikan Batam sebagai Bandar Dunia Madani. Untuk mewujudkannya, seluruh elemen masyarakat perlu mengedepankan persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga kerukunan tanpa membedakan latar belakang.

Selain menampilkan seni dan budaya, Sembang Budaya juga diramaikan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bazar tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.

Kehadiran bazar melengkapi kegiatan yang tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga mendukung promosi dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Melalui Sembang Budaya, pelestarian adat, penguatan persaudaraan, dan pemberdayaan UMKM diharapkan dapat berjalan beriringan. Budaya Melayu diharapkan tetap hidup dalam keseharian masyarakat serta menjadi bagian penting dalam membangun Batam yang harmonis, berbudaya, dan sejahtera.

Penanggungjawab : Nov Iwandra

Editor : Aprijal

Reporter : Abyaqsa Ramadan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here