Dekrafest Kepri 2026 Dorong Kriya Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

0
Penampilan Meidra Idol pada malam puncak Dekrafest Kepri 2026 digelar di Pelataran Gedung Dekranasda Kepri Creative Space, Minggu (20/9/2026).

Malam Puncak Dekrafest Kepri 2026 digelar di Pelataran Gedung Dekranasda Kepri Creative Space, Minggu (20/9/2026). Mengusung tema “Kriya Karya Kepri”, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan kriya dan kreativitas pelaku ekonomi kreatif Kepulauan Riau sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal.

Tema “Kriya Karya Kepri” membawa semangat untuk menjaga warisan budaya melalui karya yang memiliki nilai. Kriya merepresentasikan kekayaan kerajinan dan keterampilan tradisional yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kepulauan Riau, sementara karya menggambarkan kreativitas, inovasi, serta hasil tangan para pelaku ekonomi kreatif.

Melalui tema tersebut, tradisi Melayu, budaya bahari, kekayaan alam, dan keberagaman Kepulauan Riau tidak hanya ditempatkan sebagai warisan yang perlu dilestarikan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan produk kreatif yang bernilai ekonomi dan dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Rangkaian Dekrafest Kepri 2026 sebelumnya diisi berbagai kegiatan, mulai dari jalan sehat dan senam sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, Expo Pangan Murah, pameran kriya karya dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri, Singgah Jamah Tradisional Nusantara, Dekra Business Match, Karya Kolosal Show, hingga permainan tradisional.

Pada malam puncak, suasana semakin semarak dengan penampilan Meidra Idol yang menjadi bagian dari apresiasi terhadap kreativitas generasi muda.

Ketua Dekranasda Kepri Dewi Kumalasari mengatakan, Dekrafest menjadi salah satu upaya mendorong pelaku UMKM di Kepri agar terus berkembang dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Melalui kriya dan karya-karya Kepri, kita tidak hanya menampilkan produk kerajinan, tetapi juga membawa karya para pelaku UMKM Kepri untuk dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun oleh masyarakat dari berbagai daerah,” ujar Dewi.

Menurut Dewi, upaya memperluas pemasaran dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk keikutsertaan dalam pameran di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan membawa produk kriya dan karya UMKM Kepri. Upaya tersebut kemudian dilanjutkan melalui partisipasi dalam INACRAFT di Jakarta sebagai salah satu ajang kerajinan nasional.

Selain memperluas pasar, peningkatan kualitas produk juga menjadi perhatian Dekranasda Kepri bersama sejumlah mitra, termasuk Bank Indonesia. Pengembangan produk tenun Kepri dilakukan melalui pengembangan motif, pemilihan warna, hingga penyesuaian desain dengan perkembangan dan kebutuhan pasar.

“Produk tradisional tidak harus berhenti pada bentuk yang sama. Tradisi harus tetap dijaga, tetapi inovasi juga harus terus berjalan. Dengan demikian, berbagai produk Kepri tetap memiliki identitas kebudayaan, namun sekaligus mampu menjawab selera dan kebutuhan konsumen masa kini,” katanya.

Dewi berharap semakin banyak produk UMKM Kepri yang terserap pasar sehingga transaksi dan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha juga meningkat.

Untuk memperluas akses tersebut, Dekranasda Kepri mendorong pelaksanaan Dekra Business Match serta membangun kerja sama dengan sektor perhotelan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar dan mitra usaha sehingga peluang pemasaran produk lokal semakin terbuka.

Dekrafest Kepri 2026 diikuti 52 stan yang berasal dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau. Berbagai stan tersebut menampilkan produk kriya dan karya lokal yang merepresentasikan potensi ekonomi kreatif dari masing-masing daerah.

“Dekranasda akan terus menjalankan perannya sebagai jembatan antara UMKM dengan pasar, mitra usaha, pemerintah dan berbagai pihak yang dapat membuka peluang bagi perkembangan kriya dan karya Kepri. Mari kita ambil bagian dalam gerakan mencintai dan menggunakan produk UMKM kita sendiri. Mari kita dukung produk-produk lokal,” ujar Dewi.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi UMKM semakin beragam, mulai dari perubahan tren, persaingan pasar, perkembangan teknologi, hingga perubahan selera konsumen. Karena itu, pelaku UMKM perlu terus beradaptasi dan berinovasi tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi kekuatan produk mereka.

“Mari bersama-sama kita kembangkan ekonomi kreatif dan kita banggakan karya anak Kepri. Dari Kepri untuk Indonesia. Dari karya tumbuh ekonomi, dari budaya lahir kebanggaan,” tutupnya.

Penanggungjawab : Nov Iwandra

Editor : Aprijal

Reporter : Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here