Batam, laporbatam.com – Kinerja sektor kepelabuhanan Batam menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Sejumlah indikator utama, mulai dari arus peti kemas, bongkar muat general cargo hingga mobilitas penumpang, mencatat pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BP Batam melalui Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan mencatat penerimaan sektor kepelabuhanan mencapai Rp303,14 miliar hingga Agustus 2026.
Sementara itu, arus peti kemas mencapai 542.927 TEUs atau tumbuh 8,2 persen secara tahunan (YoY). Aktivitas bongkar muat general cargo juga meningkat 8 persen dengan volume mencapai 8.174.446 ton.
Dari sisi mobilitas penumpang, jumlah penumpang domestik dan internasional mencapai 6.718.075 orang atau tumbuh 8,02 persen secara tahunan.
Capaian menonjol terlihat di Terminal Umum Batu Ampar. Hingga Agustus 2026, realisasi bongkar muat general cargo di terminal tersebut mencapai 1.376.034 ton atau 102 persen dari target tahunan.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, pertumbuhan sektor kepelabuhanan menjadi salah satu indikator penting yang mencerminkan aktivitas ekonomi dan investasi di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam.
Menurutnya, peningkatan arus logistik dan mobilitas penumpang menunjukkan aktivitas perdagangan serta konektivitas Batam terus bergerak.
“Pertumbuhan yang konsisten di sektor logistik dan kepelabuhanan hingga Agustus 2026 ini merupakan sinyal kuat bahwa denyut perekonomian dan iklim investasi Batam terus bergairah. Pelabuhan adalah urat nadi perdagangan Batam,” ujar Amsakar.
Ia menambahkan, BP Batam akan terus mendorong modernisasi infrastruktur, elektrifikasi peralatan bongkar muat, serta digitalisasi layanan dan proses logistik.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Pelabuhan Batam sebagai salah satu simpul logistik dan transshipment hub di kawasan Selat Malaka.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menekankan bahwa peningkatan kinerja kepelabuhanan harus diikuti dengan penguatan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha maupun masyarakat.
Hingga Agustus 2026, lalu lintas penumpang domestik dan internasional tercatat mencapai 6.718.075 orang. Sementara kunjungan kapal barang dan penumpang mencapai 73.230 call atau tumbuh 1 persen secara tahunan.
“Tingginya mobilitas penumpang laut yang menembus 6,7 juta orang dan aktivitas logistik yang kian padat menuntut peningkatan mutu pelayanan publik di seluruh terminal. BP Batam terus mempererat sinergi dengan unsur CIQP serta para asosiasi maritim agar seluruh proses kepelabuhanan berjalan makin cepat, terukur, dan akuntabel,” tegas Li Claudia.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano turut mengapresiasi capaian unit bisnis kepelabuhanan tersebut. Menurutnya, kinerja yang tercatat hingga Agustus 2026 menunjukkan adanya penguatan tata kelola sekaligus optimalisasi aset kepelabuhanan.
Selain capaian general cargo Terminal Umum Batu Ampar yang telah mencapai 102 persen target tahunan, realisasi peti kemas tercatat 542.927 TEUs atau sekitar 72 persen dari target tahunan sebesar 750.000 TEUs.
“Kinerja positif yang melampaui 100 persen pada komoditas general cargo di Batu Ampar serta realisasi peti kemas yang on track membuktikan efektivitas transformasi tata kelola bisnis di lingkungan pengusahaan,” ujar Denny.
Ia mengatakan, penguatan Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan diarahkan untuk memastikan aset kepelabuhanan BP Batam dapat dioptimalkan dengan tata kelola yang transparan dan profesional.
Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni menjelaskan, penerimaan sektor kepelabuhanan hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp303,14 miliar atau 61,85 persen dari target tahunan sebesar Rp490,15 miliar.
Menurut Benny, capaian tersebut masih berada dalam koridor target dan diproyeksikan mengalami akselerasi pada kuartal IV 2026.
Dari sisi arus barang, volume peti kemas yang ditangani mencapai 542.927 TEUs, tumbuh 8,2 persen secara tahunan dan merealisasikan 72 persen dari target tahunan.
Sementara itu, total bongkar muat general cargo mencapai 8.174.446 ton atau meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Capaian istimewa diraih Terminal Umum Batu Ampar yang telah melampaui target tahunan dengan realisasi 1.376.034 ton atau mencapai 102 persen, sedangkan Terminal Umum Curah Cair Kabil mencatatkan realisasi 2.792.750 ton atau 80 persen dari target,” jelas Benny.
BP Batam selanjutnya akan melanjutkan penguatan kinerja kepelabuhanan melalui peningkatan kapasitas layanan, optimalisasi aset, modernisasi fasilitas, serta penguatan kolaborasi antarlembaga.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing Pelabuhan Batam dalam mendukung aktivitas perdagangan, logistik, dan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Penanggungjawab : Nov Iwandra
Editor : Aprijal
Reporter : Abyaqsa Ramadan












































