Bukan Sekadar Demo, PWI Dukung PMII Tanjungpinang-Bintan Kawal Perubahan Lewat ‘Ruang Nalar’

0
Ket Foto : Ketua PWI Pokja Tanjungpinang, Suhardi

Tanjungpinang, laporbatam.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kelompok Kerja (Pokja) Tanjungpinang mendukung inisiatif Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Tanjungpinang-Bintan dalam membangun ruang diskusi dan literasi melalui program “Ruang Nalar Tanjungpinang-Bintan”.

Program tersebut resmi diluncurkan Ketua PWI Pokja Tanjungpinang Suhardi, bersamaan dengan Pelatihan Esensi Narasi dan Aksara (PENA) bertema “Menyalakan Pena, Menghidupkan Gagasan, Menggerakkan Perubahan”.

Kegiatan kolaborasi PWI Pokja Tanjungpinang dan PC PMII Tanjungpinang-Bintan itu berlangsung di Kantor Bawaslu Kota Tanjungpinang, Minggu (13/9/2026) petang.

Selain pengurus PMII, kegiatan turut dihadiri Humas Bawaslu Tanjungpinang selaku fasilitator tempat, perwakilan organisasi mahasiswa seperti HMI dan IMM, serta masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Suhardi mengapresiasi inisiatif PMII membentuk Ruang Nalar. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan semangat PWI dalam mendorong literasi, diskusi publik, serta penyampaian informasi yang berkualitas.

Suhardi menyoroti tiga aspek penting dalam peran mahasiswa saat ini, yakni sebagai bagian dari sumber informasi, mitra dalam membangun komunikasi publik bersama jurnalis, serta kekuatan kontrol sosial.

“Ruang diskusi dan Ruang Nalar yang dicetuskan PMII ini patut diapresiasi. Di era sekarang, kita sering kali kalah bersaing dengan isu-isu di media sosial,” ujar Suhardi.

Ia mengingatkan bahwa informasi yang diproduksi melalui kerja jurnalistik memiliki proses verifikasi dan kontrol pemberitaan sebelum disampaikan kepada publik. Karena itu, mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan memilah informasi agar tidak ikut menyebarkan informasi yang keliru atau berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

Suhardi menilai PMII Tanjungpinang-Bintan telah mengambil langkah positif melalui gagasan tersebut. Ia mendorong agar Ruang Nalar tidak hanya berlangsung di ruang tertutup, tetapi dapat dikembangkan secara fleksibel di ruang terbuka dengan tetap mengedepankan pembahasan isu-isu konkret dan aktual.

PWI Pokja Tanjungpinang, kata dia, siap mendukung keberlanjutan program tersebut, termasuk membuka ruang komunikasi ketika mahasiswa membutuhkan informasi maupun perspektif dari insan pers.

“Kami mendukung penuh kegiatan positif ini. Ke depan, mahasiswa bisa mengundang para pemangku kebijakan, pemerintah, atau stakeholder terkait. Jadi tidak ujug-ujug langsung turun aksi demonstrasi. Kita analisa dulu masalahnya bersama,” katanya.

Menurut Suhardi, diskusi yang melibatkan pemangku kepentingan dapat membuka peluang munculnya solusi konkret bagi persoalan yang dibahas, termasuk akses terhadap berbagai program dan fasilitas yang tersedia bagi masyarakat.

PMII Targetkan Ruang Nalar Digelar Dua Kali Sebulan

Ketua Umum PC PMII Tanjungpinang-Bintan Muhammad Al Mujrin mengatakan Ruang Nalar merupakan program kerja organisasi yang dirancang berlangsung secara berkala, yakni dua kali dalam sebulan.

Program tersebut ditargetkan berlangsung dalam 10 pertemuan dengan 10 tema strategis yang berbeda. Setiap pembahasan diarahkan untuk memetakan potensi sekaligus mengidentifikasi persoalan yang berkembang di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

“Ini adalah agenda formal pertama kami, yang ke depan akan terus berkolaborasi dengan PWI, instansi pemerintah seperti Bawaslu, hingga pihak swasta. Tujuannya adalah memetakan dan melihat potensi serta persoalan yang ada di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan,” kata Al Mujrin.

Ia mengatakan, kepengurusan PMII saat ini berkomitmen menghadirkan sejumlah gagasan dan kegiatan baru. Selain diskusi intelektual, PMII juga menjalankan kegiatan sosial, salah satunya gerakan berbagi pakaian layak pakai.

“Tema besar ini sengaja dipilih karena kami ingin membaca persoalan daerah, merawat gagasan, dan mengawal perubahan nyata yang bisa kita lakukan bersama,” tegasnya.

Bekali Mahasiswa Dasar Jurnalistik

Setelah peluncuran Ruang Nalar, kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Esensi Narasi dan Aksara (PENA) yang dipandu narasumber Aji Anugraha.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar jurnalistik, pemahaman profesi kewartawanan dan kode etik jurnalistik, serta teknik dasar pengambilan foto dan video untuk kebutuhan publikasi.

Materi tersebut diarahkan agar mahasiswa mampu menghasilkan informasi dan narasi yang konstruktif, akurat, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Para peserta kemudian diajak membaca dan mengkritisi sejumlah isu lokal terkini di Tanjungpinang sebagai bagian dari praktik penulisan berita.

Beberapa isu yang menjadi bahan pembahasan antara lain persoalan pelecehan terhadap anak serta fungsi kontrol mahasiswa terhadap kinerja dan penggunaan anggaran pemerintah.

Melalui Ruang Nalar dan pelatihan jurnalistik tersebut, PWI Pokja Tanjungpinang dan PMII Tanjungpinang-Bintan mendorong budaya diskusi berbasis data dan gagasan sebagai salah satu cara memperkuat peran mahasiswa dalam mengawal persoalan publik.

Penanggungjawab : Nov Iwandra
Editor : Aprijal
Reporter : Wenny Audina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here