Ruslan Minta Kapolresta Barelang yang Baru Tertibkan Judi Gelper

0
Mantan Wakil Ketua DPRD Batam dan Mantan Anggota DPRD Kepri Ruslan Kasbulatov

BATAM, laporbatam.com – Mantan Anggota DPRD Kepri yang juga Mantan Wakil Ketua DPRD Batam Ruslan Kasbulatov meminta Kapolresta Barelang yang baru Kombes Pol Anggoro Wicaksono SIK,MM menertibkan judi yang berkedok gelanggang permainan yang tersebar di kota Batam.

Kegiatan tersebut selain melanggar hukum dan merusak moral generasi muda, juga menghancurkan tata adat dan budaya di daerah ini.

” Kita minta Kapolresa Barelang memberantas judi-judi yang berkedok gelper ini. Karena ini merusak moral masyarakat, terutama generasi muda. Selain melanggar UU, judi berkedok gelper juga menghancurkan tatanan masyarakat yang menjujung tinggi adat dan budaya Melayu,” ujar Ruslan, Sabtu (27/12/2025).

Selama ini, menurut Ruslan, pengelola judi berkedok gelper ini sering main kucing-kucingan dengan aparat penegak hukum. Setiap akan dilakukan Razia, mereka memilih menutup gelpernya tapi belum sampai sebulan, dibuka kembali. Seolah-olah, mereka sudah mendapat bocoran informasi bahwa akan ada razia.

” Jadi begitu terus. Tak pernah judi yang berkedok gelper ini ditutup permanen. Padahal kegiatan yang mereka lakukan jelas-jelas melanggar hukum yakni pasal 303 KUHP tentang perjudian. Tapi pelakunya tak pernah diproses sampai ke pengadilan,” katanya.

Kalau kegiatan ini terus berlangsung tanpa ada tindakan dari apparat penegak hukum, Ruslan khawatir masyarakat akan bertindak sendiri. Mereka akan melakukan demo ke lokasi-lokasi dimana judi berkedok gelper ini beroperasi. Dan ini akan membuat kondusivitas Kota Batam jadi terganggu.

” Karena itu, sebelum sesuatu yang kita khawatirkan terjadi, kita minta kepada penegak hukum agar menindak judi yang berkedok gelper ini. Karena sudah sangat meresahkan masyarakat,”ujar politisi yang dikenal vocal ini.

Adapun unsur judi dari permainan ini adalah dengan memberikan hadiah berupa boneka atau rokok kepada pemenang.
Rokok atau boneka tersebut kemudian bisa ditukar dengan uang. Untuk penukaran uang dilakukan di suatu tempat tak jauh dari arena gelper. Sehari omzet gelper tersebut bisa mencapai ratusan juta. Bahkan, untuk momem-momen tertentu seperti malam minggu bisa mencapai miliaran.

Firman, warga Bengkong yang kini sudah tobat bermain gelper ini mengatakan, seorang yang kecanduan gelper tidak kenal waktu. Selama masih ada duit di kantong, dia akan terus bermain sampai duit di kantongnya benar-benar habis.

” Bahkan ada yang menjual sepatu, jam, dan barang berharga miliknya asal bisa main lagi. Untuk penampung barang-barang ini, sudah ada yang standby membeli barang tersebut di lokasi gelper. Tentu harganya tidak sesuai pasaran melainkan sesuai keinginan yang menampung. Intinya siapa yang coba-coba main gelper dan kecanduan, semua hartanya akan habis,” katanya.

Selama bermain gelper hampir sepuluh tahun, Firman mengaku hanya sekali menang. Yakni di awa-awal terjun ke permainan gelper. Dari situlah ia mulai kecanduan untuk terus bermain gelper. Ia berhenti bermain gelper setelah hidupnya hancur. Semua barangnya terjual dan pekerjaannya berantakan.

” Makanya kalau gelper ini ditutup saya senang karena tidak ada lagi yang jadi korban seperti saya. Saya yakin banyak yang bernasib seperti saya. Apalagi yang main itu tidak hanya dari kalangan bawah tapi juga mereka yang dari kalangan menengah ke atas,” ujarnya penuh sesal. (tim laporbatam.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here