
BATAM,LAPORBATAM.COM, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Kepri Brigjen TNI Bonar Panjaitan meresmikan beroperasinya minimarket Tidar Sejahtera Mart (TS Mart) di Kawasan ruko Pasir Putih, Batam Center, Rabu (24/12/20250). Peresmian itu ditandai dengan pemotongan pita dan belanja pertama di TS Mart.
TS Mart merupakan salah satu unit usaha milik PT Putra Tidar Perkasa, sebuah perusahaan penyalur tenaga pengamanan di Kepri yang berada dalam wadah koperasi Putra Tidar Sejahtera. Selain minimarket, koperasi Putra Tidar Sejahtera juga memiliki barber shop, penjahitan baju dan kos-kosan. Saat ini PT Putra Tidar Perkasa sudah menyalurkan 1.800 tenaga pengamanan yang tersebar di 70.000 perusahaan di Kepri.
Kabinda Kepri Brigjen TNI Bonar Panjaitan mengatakan pembukaan TS Mart dimulai dari obrolan-obrolan kecil antara dirinya dengan para komisaris dan petinggi PTP. Saat itu, ia diminta pihak PTP bersama-sama membangun PTP dengan posisi sebagai Pembina. Harapannya, PTP ini bisa bangkit dan menjadi lebih besar.
” Waktu diminta rekan-rekan menjadi Pembina di PTP ini saya sampaikan saya mau menjadi Pembina kalau PTP ini juga mau menjadi besar dan mau bangkit bersama. Kalau tidak saya juga tidak mau. Karena kalau saya hadir di suatu tempat, saya tidak menginginkan apa saya lakukan itu dipandang sebelah mata oleh orang lain. Menjadi bagian yang tidak terpandang oleh orang lain. Menjadi bagian kecil yang dipandang orang lain, ” ujar Bonar.
Oleh karena itu, lanjut Bonar, ketika ia berbicara dengan petinggi PTP ia menyampaikan kalau bisa PTP tidak hanya mengelola security tetapi juga ada unit usaha lain. PTP harus bisa menjadi lebih besar. Apalagi Batam merupakan kota industry yang terus berkembang. Batam merupakan wilayah di bagian Sumatera yang pertumbuhan ekonominya mencapai 8 persen.
Semua itu sudah terwujud. Oleh karena itu, kedepan PTP harus bisa memiliki berbagai unit usaha lain. PTP ini adalah induk usaha dari beberapa unit usaha. ” TS Mart bukalah sekedar toko atau minimarket. Tetapi merupakan manifestasi dari semangat kebersamaan. Dan kesejahterahan yang dibangun oleh seluruh jajaran, khusus karyawan PTP,”katanya penuh semngat.
Direktur PTP Aan Hanan Rambe menambahkan, pembukaan TS Mart ini tujuan awalnya adalah untuk memudahkan para security yang ingin memenuhi kebutuhan pokoknya setiap hari. Sehingga ketika mereka bekerja melakukan pengamanan, mereka tidak lagi dipusingkan dengan kebutuhan harian yang habis. Untuk pasokan barang-barang di minimarket, pihaknya bekerjasama dengan Indogrosir.
” Dengan adanya TS Mart ini mereka jadi tenang bekerja. Karena pulang kerja mereka bisa mengambil kebutuhan mereka di TS Mart ini. Nantinya mereka akan dibekali kartu yang setiap kartu memiliki saldo minimal Rp1 juta yang dipotong dari gaji yang mereka terima,” kata Aan Hanan Rambe.
Aan juga menyebutkan, selain minimarket pihaknya juga mendirikan barbershop yang tujuannya untuk memotong rambut satpam agar selalu terlihat pendek. Kemudian, juga dibuka penjahitan pakaian dan perlengkapan security yang tujuannya juga untuk penjahitan pakaian para security PTP agar terlihat seragam. Dan yang terakhir juga dibuka kos-kosan yang diperuntukan untuk security yang membutuhkan tempat tinggal.
” Ini baru pertama kita mendirikan koperasi dengan membuka beberapa unit usaha. Nantinya ini dikembangkan di kota-kota lain yang ada PTP,” katanya.
Saat ini, PTP telah menyalurkan 1.800 tenaga pengamanan. Mereka tersebar di 70.000 perusahaan di wilayah Kepri. Adapun gaji yang mereka terima di atas UMR. Bahkan ada yang bergaji Rp12 juta. Para securty itu ada yang sudah bekerja puluhan tahun. Itu karena mitra terus memperpanjang kontraknya dengan PTP.
Aan mengakui mendaftar security di PTP tidak hanya diperlukan fisik yang prima tetapi juga kemampuan akademis yang mumpuni. Karena itu setiap peserta yang mendaftar harus mengikuti tes tertulis dengan standar yang sudah ditetapkan PTP. Tujuannya tak lain agar mitra atau user merasa puas menggunakan jasa securty dari PTP.
” Walau pun melalui seleksi yang cukup ketat buka berarti kita tidak ada toleransi juga. Kalau stadar tinggi badan kurang-kurang sedikit masih bisa dipertimbangkan. Setelah kita lihat kemampuan akademisnya mencukupi,” kata mantan pensiunan perwira TNI AD ini.
Aan juga menyebutkan, mereka yang masuk menjadi security di PTP tidak dipungut biaya. Kalaupun ada biaya yang muncul itu dipungut setelah mereka ditempatkan dan menerima gaji dari perusahaan. Biaya tersebut diantaranya untuk mengikut pendidikan Gada Pratama, membeli baju seragam dan lain-lain.
Penanggungjawab : Sofyan
Editor : Harmen Aditya
Reporter : Abiyagsa Ramadhan












































