Pangdam XXV/SMR Dukung Investasi Teknologi Rp8 Triliun di Batam, Targetkan Serap 1.000 Tenaga Kerja

0
Pangdam XXV/SMR Dukung Investasi Teknologi Rp8 Triliun di Batam, Targetkan Serap 1.000 Tenaga Kerja

Batam, laporbatam.com – Investasi industri teknologi senilai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8–9 triliun mulai direalisasikan di Kota Batam. Proyek yang berlokasi di Kawasan Industri Wiraraja I, Kabil, Nongsa, Rabu (28/10/2026), ini menyasar pengembangan semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), baterai, hingga pengolahan pasir silika.

Pangdam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah, Mayjen TNI Rionardo, menghadiri peresmian tahap awal investasi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri dan terjaganya stabilitas keamanan di Batam serta Kepulauan Riau.

Investasi ini diproyeksikan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja. Selain membuka peluang kerja, proyek tersebut juga diarahkan untuk mendorong transfer teknologi dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.

Kerja sama strategis ini melibatkan Wiraraja Indonesia, Tynergy Technology Group, dan Essence Global Indonesia. Ketiga perusahaan sepakat mengembangkan industri teknologi tinggi di Batam, termasuk membangun rantai produksi terintegrasi dari pengolahan silika hingga semikonduktor, energi surya, dan manufaktur elektronik.

Presiden Direktur Wiraraja Indonesia, Akhmad Ma’ruf Maulana, mengatakan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian usaha patungan yang ditandatangani pada 18 Februari 2026 di Washington DC, Amerika Serikat. Saat itu, Presiden RI Prabowo Subianto turut menyaksikan penandatanganan perjanjian tersebut.

Sementara itu, Presiden Direktur Tynergy Technology Group, Yan Purba, menilai Batam memiliki potensi untuk menjadi salah satu pusat pengembangan industri teknologi tinggi. Menurutnya, posisi geografis yang strategis dan akses ke perdagangan internasional menjadi keunggulan dalam mendukung pengembangan investasi tersebut.

Presiden Direktur Essence Global Indonesia, Chester Coleman, menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung hilirisasi silika di Batam. Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri sekaligus memperkuat rantai pasok industri.

Dari sisi pemerintah, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemi Francis, hadir mewakili Wali Kota Batam yang juga menjabat sebagai Kepala BP Batam. Ia menyampaikan komitmen BP Batam untuk mempercepat realisasi investasi melalui kemudahan perizinan dan penguatan koordinasi antarinstansi.

Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif sehingga investor dapat menjalankan kegiatan usahanya dengan lebih pasti.

Duta Besar RI untuk Singapura, Hotmangaradja Panjaitan, turut menyoroti pentingnya stabilitas keamanan dan kepastian hukum dalam menjaga kepercayaan investor internasional.

Kehadiran Pangdam XXV/SMR dalam kegiatan itu menegaskan dukungan TNI terhadap terpeliharanya keamanan wilayah. Situasi yang kondusif diharapkan dapat menunjang kelancaran investasi serta pembangunan ekonomi di Batam dan Kepulauan Riau.

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Kapolda Kepri Irjen Polisi Suhendri, Kabinda Kepri Brigjen TNI Andreas Daru Ismantoro, Dandim 0316/Batam Kolonel Arh. Yan Eka Putra, serta Kapolresta Barelang Kombes Polisi Anggoro Wicaksono.

Perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, BP Batam, Kadin Kepri, dan delegasi investor dari Amerika Serikat juga hadir dalam acara tersebut.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan kerja sama strategis dan sesi foto bersama. Investasi ini diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, mendorong pengembangan industri teknologi tinggi, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Batam.

Penanggungjawab : Nov Iwandra
Editor : Aprijal
Reporter : Abyaqsa Ramadan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here