Tak Sengaja Bertemu di Kafe Batam, Poey Stings Ungkap Musik, AI hingga Alasan Tak Mau Terjun Politik

0
Tak Sengaja Bertemu di Kafe Batam, Poey Stings Ungkap Musik, AI hingga Alasan Tak Mau Terjun Politik. (Foto:Abyaqsa Ramadan-laporbatam.com)

Batam, laporbatam.com – Pertemuan tak terduga dengan seorang penyanyi Malaysia terjadi di sebuah kafe di kawasan Batam Centre, Sabtu (23/8/2026) sore. Penyanyi yang dikenal dengan nama Poey Stings itu ternyata tengah berada di Batam untuk memenuhi sejumlah agenda pertunjukan.

Pertemuan tersebut bermula ketika Andi Carlos yang datang menghampiri meja penulis menyebut ada seorang artis Malaysia yang duduk tidak jauh dari tempat kami. Awalnya informasi itu tidak langsung menarik perhatian.

Namun, setelah memastikan melalui pencarian informasi di internet, sosok yang dimaksud ternyata benar Poey Stings, vokalis grup musik Sting asal Malaysia yang dikenal antara lain melalui lagu “Adakah Kau Setia”.

Untuk memastikan identitasnya, penulis kemudian menghampiri meja tersebut dan menyapa.

“Bang Poey Stings, right?” tanya penulis.

Poey langsung mengangguk dan mempersilakan bergabung. Suasana yang awalnya hanya pertemuan singkat kemudian berkembang menjadi obrolan santai bersama Poey, manajer, serta dua rekannya.

Rutin Tampil di Batam

Dalam perbincangan tersebut, Poey menceritakan sejumlah aktivitasnya selama berada di Batam. Ia mengaku baru saja tampil di kawasan Batam Centre dan masih memiliki agenda pertunjukan di sejumlah lokasi.

“Saya malam nanti tampil di Pulau Buluh,” ujar Poey.

Penyanyi berusia 56 tahun itu juga mengaku cukup sering tampil di Batam maupun sejumlah daerah lain di Indonesia. Menurutnya, hampir seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Riau pernah dikunjunginya untuk memenuhi agenda pertunjukan.

Selain Kepri, Poey menyebut pernah tampil di sejumlah daerah di Riau dan Sumatera Barat, seperti Pekanbaru, Dumai, Duri, Padang, Pariaman, dan Bukittinggi. Ia juga pernah tampil di Medan hingga Aceh.

Poey mengatakan dirinya telah beberapa kali mengisi panggung hiburan dalam berbagai kegiatan di Batam, termasuk sejumlah agenda yang diselenggarakan pemerintah daerah.

“Saya perform mulai zaman Mayor Datok Nyat Kadir, Pak Dahlan, Pak Rudi, dan Kande Amsakar Achmad,” katanya.

Jaga Stamina dengan Pola Hidup Sehat

Di tengah aktivitas panggung yang cukup padat, Poey masih terlihat energik. Ketika ditanya mengenai cara menjaga stamina, ia menyebut pola hidup sehat sebagai salah satu kunci.

“Kita jaga pola hidup sehat dan pola makan. Sport dan jogging wajib rutin dikerjakan,” ujarnya.

Poey mengatakan dirinya tidak mengandalkan suplemen khusus untuk menjaga stamina. Baginya, menjaga kebiasaan hidup sehat menjadi bagian penting untuk menunjang aktivitas sebagai penyanyi.

Bersama grup Sting, Poey memiliki sejumlah lagu yang dikenal publik, di antaranya “Dalam Diam Aku Mencintaimu”, “Kau Tetap Ku Hajati”, “Ingatku Dalam Doamu”, “Adakah Kau Setia”, “Ku Sapu Air Mata Perpisahan”, dan “Kepadamu Kekasih Hati”.

Namun, perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi musik membuat proses produksi lagu ikut berubah.

“Sekarang kita buat satu lagu. Kalau dulu satu album. Beberapa tahun terakhir ini kami rilis satu lagu, bukan satu album,” ungkapnya.

AI Dinilai Membantu Musisi, tetapi Tak Menggantikan Rasa

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga menjadi bagian dari obrolan.

Poey menilai teknologi AI dapat membantu musisi dalam sejumlah proses kreatif, termasuk membuat lagu, aransemen, hingga membangun harmonisasi.

Meski demikian, ia menilai teknologi tersebut tetap memiliki keterbatasan dalam hal ekspresi dan penjiwaan.

“AI adalah mesin. Tidak memiliki rasa seni dan humanity. Kalau AI yang bernyanyi, terasa kosong tanpa penjiwaan karena mesin yang bernyanyi,” katanya.

Menurut Poey, kekuatan utama seorang penyanyi bukan hanya terletak pada suara, tetapi juga kemampuan menyampaikan emosi kepada pendengar.

Ia menggambarkan musik sebagai salah satu bentuk seni yang mampu menyentuh perasaan seseorang hanya melalui suara.

“Itu suatu kepuasan sekaligus kebanggaan bagi kami sebagai penyanyi dan penghibur,” ujarnya.

Tak Berminat Terjun ke Politik

Obrolan kemudian bergeser ke dunia politik. Dengan popularitas yang dimilikinya, Poey ditanya mengenai kemungkinan dirinya terjun ke dunia politik.

Ia memberikan jawaban tegas bahwa dirinya tidak memiliki keinginan menjadi politisi.

“Saya tak berminat jadi politician. Sedap jadi penyanyi atau singer saja,” katanya sambil tersenyum.

Poey menilai dunia hiburan dan politik memiliki karakter yang berbeda. Ia mengaku lebih nyaman menjalani profesinya sebagai penyanyi dan menghibur masyarakat.

Penyanyi yang Juga Insinyur Teknik Mesin

Di balik kariernya di dunia musik, Poey ternyata memiliki latar belakang pendidikan teknik mesin otomotif.

Ia mengatakan ketertarikannya terhadap musik telah muncul sejak masih duduk di bangku kuliah. Kala itu, ia kerap tampil dalam berbagai kegiatan kampus hingga pesta pernikahan.

“Saya alumni pertama jurusan mesin otomotif, sekitar tahun 90-an,” ungkapnya.

Menurut Poey, pendidikan teknik dan perjalanan di dunia musik akhirnya menjadi dua bagian penting dalam kehidupannya, meski musik kemudian menjadi jalan yang terus ia tekuni hingga sekarang.

Pertemuan yang awalnya berlangsung secara tidak sengaja di sebuah kafe di Batam Centre itu pun berakhir dengan obrolan panjang mengenai musik, kesehatan, perkembangan teknologi, hingga perjalanan hidup.

Bagi Poey, panggung musik masih menjadi pilihan yang membuatnya nyaman. Sementara bagi penulis, pertemuan singkat tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat sosok penyanyi Malaysia yang tetap aktif berkarya dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

(redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here